Havanitacafe – Kebakaran besar dilaporkan telah menewaskan sebuah penjara yang penuh sesak di mana setidaknya 41 narapidana ditahan di sel mereka di Indonesia. Beberapa orang mati terbakar sangat parah sehingga mereka tidak dapat diidentifikasi dengan api yang dimulai pada malam hari ketika para tahanan tidur.

Sedikitnya dua korban adalah warga asing asal Afrika Selatan dan Portugal, pada Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, dekat Jakarta. Diduga korsleting listrik menyebabkan kebakaran korsleting. Menteri Kehakiman Indonesia Yasonna Laoly mengatakan: “Lima puluh meninggal pada tempat kejadian dan satu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.”

Ia menambahkan, delapan orang luka berat dan 31 orang luka ringan. Laoly mengungkapkan bahwa listrik dalam penjara tidak berubah sejak te tahun 1972. Pada Rabu pagi, TV lokal menayangkan gambar api yang melalap pusat penahanan, kemudian memindahkan sisa-sisa bangunan yang hangus sebagai korban dalam kantong mayat oranye dari tempat kejadian. Tugas mengidentifikasi korban telah memulai, tetapi beberapa mayat akan memerlukan tes DNA karena luasnya luka bakar.

Kementerian luar negeri Indonesia saat ini menangani kasus dua orang non-Indonesia dan mengatur pemulangan atau pemakaman mereka, kata Laoly, yang juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga semua korban.

41 Narapidana Meninggal Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Lebih dari 41 narapidana meninggal dalam sel saat api membakar penjara yang penuh sesak
Polisi meyakini ada korsleting listrik dalam balik api yang merobek blok penjara dan membakar beberapa narapidana dengan sangat parah sehingga tes DNA memerlukan identifikasi mereka.

Beberapa orang mati terbakar sangat parah sehingga mereka tidak dapat teridentifikasi. Dengan api yang memulai pada malam hari ketika para tahanan tidur.

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api dalam gedung penjara yang menampung narapidana yang telah menempatkan. Pada obat-obatan setelah kobaran api terjadi sekitar pukul 01:45 waktu setempat pada Rabu pagi.

Pada akhirnya, mereka dapat membebaskan para tahanan yang masih hidup, dengan banyak luka, tetapi puluhan meninggal dalam neraka.

Sedikitnya dua korban warga katakan asing asal Afrika Selatan dan Portugal, di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, dekat Jakarta.

Tahanan mati sel mereka dengan api yang ia yakini penyebabnya oleh korsleting listrik
Narapidana meninggal dalam sel mereka karena kebakaran yang terlaporkan penyebab oleh kegagalan listrik (via REUTERS). Terduga korsleting listrik menyebabkan kebakaran korsleting.

Menteri Kehakiman Indonesia Yasonna Laoly mengatakan: “Lima puluh meninggal pada tempat kejadian dan satu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.” Ia menambahkan, delapan orang luka berat dan 31 orang luka ringan. Penjara itu iayakini penuh sesak dengan lebih dari 2.000 narapidana.

Baca Juga : Biden Buka Suara Terkait Penarikan Tentara AS Dari Afghanistan