Covid-19 Minggu Terakhir Sebelum Musim Baru Ramayana

Berita Terbaru – Covid-19 merupakan akhir minggu kedua bulan Agustus dalam kalender India. Ini juga merupakan akhir minggu terakhir sebelum musim baru Ramayana di mana Dewa Krishna telah meninggal. Ini juga merupakan akhir minggu terakhir bulan Agustus untuk mendapatkan hadiah dari Rama sebelum dia pergi ke Surga Jain.

Di India, pada hari ini, anak-anak mengambil bagian dalam banyak kegiatan seperti paintball, ski air, bola voli, polo, bersepeda, dsb. dan menikmatinya bersama orang tua mereka.

Covid-19: Festival Penuh Sukacita dan Ketenangan

Tiap-tiap tahun di bulan Agustus, bulan Ramayana penuh dengan kegembiraan karena menandai Purnima Yatra terakhir Dewa Krishna. Seluruh kawasan India Timur Laut di support oleh para penyembah yang pergi ke kuil suci Dewa Krishna di Karalevi di kota Gaya. Pada hari ini, Dewa Kresna di andalkan memberikan pemikiran terakhirnya kepada para penyembahnya. Gita di bacakan dengan lantang dalam bahasa Hindi dan Telugu pada hari ini.

Kesibukan pertama yang diselenggarakan pada hari itu merupakan pertandingan perahu. Ada banyak perahu di Danau Vembanad yang berjalan untuk menempuh Gaya. Para peserta dapat menikmati musik yang di mainkan di sampan dan tarian tradisional gadis-gadis Nandi. Lomba usai dengan perayaan besar ketika gadis-gadis Nandi membawa tubuh Dewa Krishna dengan kereta dan menempuh danau. Orang-orang berkumpul pada kans itu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka.

Baca Juga “Masalah Konflik Israel Karena Memulai Konflik di Tempat Pertama”

Berkumpul di Lokasi Kebakaran

Pada kans kemujuran covid-19, anak-anak menikmati bermain kriket di Danau Vembanad. Lelang terprogram pertama musim ini di adakan. Orang-orang dari kawasan tersebut mengunjungi zona danau untuk menawar bermacam barang. Sejumlah besar orang datang untuk menonton pertandingan dan bersorak atas kemenangan para pemain. Sejumlah toko didirikan di Danau untuk memasarkan bermacam barang. Ini termasuk barang memancing, barang kuningan, tekstil, karpet dan baju dsb.

Pada hari covid-19, semua penduduk desa berkumpul di lokasi kebakaran untuk memperhatikan festival. Petani mengambil hasil panen mereka untuk dipajang. Mereka membayar banyak uang untuk pewarna. Baju lazimnya terbuat dari sutra dan katun.

Pada hari Sabtu terakhir minggu perayaan, penduduk Gaya mengeblok toko mereka untuk memajang persembahan baru. Ini termasuk sayuran segar, buah-buahan, susu, mentega, dan teh. Kaum wanita mendendangkan lagu-lagu renungan sambil memanjatkan doa kepada Dewi untuk tahun yang akan datang. Festival usai di jalan Chandan Nagar. Seluruh kawasan merayakan peristiwa yang menggembirakan itu.