Kapal induk AS Akan Menjemput Tentara di Afghanistan

Berita Mancanegara – Dalam lanjutan pelaksanaan penarikan tentaranya dari Afghanistan, militer AS diinformasikan akan mengerahkan kapal induk USS Ronald Reagan, satu-satunya kapal induk yang dikala ini beroperasi di Asia Pasifik. Wall Street Journal melaporkan, mengutip pejabat pertahanan anonim. Kapal induk hal yang demikian sudah meninggalkan pangkalannya di Jepang dan kemungkinan akan pindah ke Laut Arab musim panas ini.

Pembom Stratofortress itu lazimnya berbasis di Qatar, di mana militer AS mempunyai pangkalan penting. Kirby tidak menepis gagasan bahwa bala bantuan lebih lanjut dapat dikirim untuk menetapkan pemindahan sekitar 2.500 tentara AS dan 16.000 warga sipil yang menyokong operasi AS di Afghanistan dengan lancar dan aman. Ada juga 7.000 tentara NATO lainnya di negara itu, yang juga bertumpu pada Amerika Serikat untuk dukungan material dan keamanan. “Aku pikir masuk logika untuk berasumsi, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa mungkin ada langkah-langkah perlindungan pasukan tambahan sementara dan yang kami perlukan untuk menetapkan penarikan ini berjalan lancar dan aman bagi pria dan wanita kami” kata Kirby kepada wartawan.

Baca Juga : Tentara Nya ditarik, AS Akan Tetap Hadir di Afghanistan

Kapal Induk Melakukan Tugas Baru

Kapal induk disebut akan menghabiskan empat bulan untuk melakukan tugas barunya di Laut Arab. USS Ronald Reagan akan mengisi posisi USS Dwight D. Eisenhower, yang kala ini terkerahkan ke Timur Tengah dan akan kembali ke Amerika Serikat pada bulan Juli. Penugasan USS Ronald Reagan ke Afghanistan memperkirakan akan usai pada 11 September mendatang. Bertepatan dengan batas akhir penarikan tentara Amerika Serikat dari Afghanistan.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sudah memastikan untuk menarik sisa 2.500 tentaranya di Afghanistan tahun ini. Penarikan sudah ada sejak 1 Mei lalu, bebarengan dengan penarikan pasukan gabungan NATO. Kepergiaan USS Ronald Reagan ke Laut Arab sepertinya akan membikin kawasan Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Jauh dari jangkauan kapal induk Amerika Serikat, setidaknya untuk sebagian bulan ke depan.

Meskipun demikian, kehilangan satu kapal induk terang tidak akan mengendurkan operasi “kebebasan navigasi” Amerika Serikat di kawasan hal yang demikian. Armada kapal perusak dan kapal perang lainnya masih banyak tersedia untuk berpatroli. Artinya, kapal-kapal militer Amerika Serikat akan tersebar di Laut China Selatan sampai Laut Arab dalam sebagian bulan ke depan sampai akhir tahun. Bagi China, ketidakhadiran kapal Amerika Serikat ke sekitar zonanya beranggap sebagai sebuah tantangan. Terpenting banyak laut internasional yang mengklaim sebagai milik China. China sudah berulang kali memperingatkan bahwa ketidakhadiran kapal perang Amerika Serikat di Laut China Selatan suatu hari dapat menyebabkan kecelakaan atau perlawanan bersenjata.