Tentara Nya ditarik, AS Akan Tetap Hadir di Afghanistan

Berita Mancanegara – Keputusan AS untuk menarik seluruh tentara nya dari Afghanistan sudah bulat. Padahal demikian, Washington mempertimbangkan akan konsisten mengawasi negara itu tanpa henti. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Amerika Serikat akan konsisten hadir di Afghanistan dengan berjenis-jenis sistem sesudah penarikan pasukan selesai pada September nanti. “Kami sudah terlibat di Afghanistan selama 20 tahun, kadang kami lupa apa tujuan kami di sana, dan itu merupakan untuk berurusan dengan pelaku serangan” kata Blinken. “Kini, kami berhasil. Cuma karena pasukan kami pulang, bukan berarti kami pergi” ujar ia dalam wawancaranya di program 60 Minutes CBS News pada Minggu (2/5), dikutip dari Sputnik News.

Baca Juga : Joe Biden dan Putin Akan Bertemu di Jenewa pada 16 Juni

Walau Menarik Seluruh Tentara, AS Tetap Memberi Dukungan Ekonomi

Blinken juga menegaskan, Kedutaan Besar AS akan konsisten berdiri di Afghanistan. Amerika Serikat juga akan terus memberikan dukungan ekonomi, kemanusiaan, dan pembangunan. Dikala ditanya potensi ancaman dari Taliban, Blinken mengatakan, AS seharusnya siap untuk tiap skenario, termasuk apabila Taliban merajai Afghanistan. Akhir pekan lalu, tepatnya pada 1 Mei, AS mulai menarik pasukan dari Afghanistan. Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan, satuan tugas Penjaga Angkatan Darat AS akan dikirim ke Afghanistan di tengah penarikan pasukan.

Penarikan sisa 2.500 tentara AS di Afghanistan akan menandai 20 tahun pasca serangan Al Qaeda yang memicu perang panjang. Intelijen AS meramalkan rendahnya kans damai untuk tercapai tahun ini dan memperingatkan. Bahwa pemerintahnya akan berjuang untuk membendung pemberontakan Taliban apabila koalisi yang dipimpin AS menarik dukungan.

Awal tahun lalu, pasukan pemberontak Taliban mengancam akan melanjutkan permusuhan terhadap pasukan asing apabila tenggat waktu itu terlewat. Di sisi lain, Biden berjanji akan mempertimbangkan tanggal penarikan jangka pendek. Keputusan ini seolah memperlihatkan AS yang sekarang ada di tangan Pemerintahan Joe Biden tak lagi mewujudkan kekuatan militer sebagai kunci penenteraman di Afghanistan. Hal ini berkebalikan dengan asumsi dasar Pentagon yang sudah menjadi acuan satu dekade terakhir. AS dan Taliban menandatangani kesepakatan damai di Doha, Qatar, pada 29 Februari 2020. Dalam kesepakatan hal yang demikian menetapkan penarikan pasukan AS secara berjenjang. Serta mengawalinya diplomasi intra-Afghanistan dan pertukaran tahanan.