Upaya Vaksinasi Dari Amerika Serikat 1,5 Kali Lebih Maju Dari India

Upaya vaksinasi dari Amerika Serikat 1,5 kali lebih maju dari India. Namun gambaran sebenarnya menjadi lebih menyangkut data berkenaan dengan populasinya yang terbandingkan.

ndia sejauh ini telah memberikan 182,2 juta dosis vaksin dibandingkan dengan 270,8 juta vaksin yang memberikan dari AS pada Minggu pagi.

Berdasarkan angka absolut, upaya vaksinasi di Amerika Serikat 1,5 kali lebih maju dari India. Namun gambaran sebenarnya menjadi lebih menyangkut data berkenaan dengan populasinya yang membandingkan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS 121,8 juta orang atau sekitar 37% dari populasi AS telah divaksinasi penuh. Dari India, angka yang sama mencapai 40,4 juta atau hanya sekitar 3% dari 1,35 miliar penduduk India.

Setiap 37 Dari 100 Orang Tervaksinasi

Dengan kata lain, dari mana setiap 37 dari 100 orang tervaksinasi penuh di AS dan menikmati tingkat kekebalan yang cukup terhadap virus korona yang mematikan, hanya 3 dari 100 yang menikmati hal yang sama dari India.

Pembagiannya tidak kalah jika kita membandingkan populasi dengan setidaknya satu dosis vaksin. 47% populasi di Amerika Serikat termasuk dalam kategori ini sedangkan dari India kurang dari 11% telah divaksinasi dengan satu atau lebih dosis.

Dengan setiap 6 dari 10 orang dewasa terlindungi dari Amerika Serikat, negara ini sekarang maju ke arah vaksinasi orang dari bawah 18 tahun. Baru-baru ini, Presiden AS Joe Biden mengumumkan pelonggaran kebijakan masker untuk orang-orang yang telah tervaksinasi penuh dan menyebutnya sebagai ‘Hari Besar untuk Amerika’. Pada 4 Mei dia menargetkan vaksinasi 70 persen orang dewasa dari negara itu pada 4 Juli 2021.

Namun, mengikuti tren saat ini, orang-orang di India harus menunggu bertahun-tahun sebelum bernapas lega tanpa masker.

Pada 16 Januari 2021, pemerintah India memulai apa yang tersebut ‘upaya vaksinasi terbesar dari dunia’ dengan terlebih dahulu menargetkan 30 juta pekerja lini depan termasuk profesional perawatan kesehatan.

Drive membuka untuk orang-orang yang berusia di atas 60 tahun dan mereka yang berusia dari atas 45 tahun dengan penyakit penyerta mulai 1 Maret 2021. Secara bertahap, program vaksinasi telah membuka untuk semua orang yang berusia dari atas 18 tahun. Namun, masih ada jalan panjang bagi India untuk mencapai 70% target vaksinasi memperkirakan 900 juta orang dewasa.

Dari 9 Hingga 15 Mei Mei Rata-Rata 1,78 Vaksin

Dari 9 hingga 15 Mei, rata-rata 1,78 juta vaksin telah memberikan setiap hari. Pada tingkat ini, India akan membutuhkan setidaknya 900 hari lagi untuk memvaksinasi 70% populasi dewasanya.

Bahkan jika rata-rata harian tertingkatkan menjadi 2,5 juta. Sekitar 650 hari atau hampir 2 tahun akan memerlukan untuk memvaksinasi 70% orang dewasa sepenuhnya.

Baca Juga : Polisi Israel Menyerbu Masjid Al-Aqsa Menjelang Pawai Hari Yerusalem

Namun, kekhawatiran yang lebih besar adalah kekebalan yang menawarkan oleh vaksin mengharapkan bertahan selama satu tahun. Dalam kondisi normal dan bahkan lebih sedikit jika virus bermutasi terlalu banyak. Jadi, pada saat 70% orang dewasa tervaksinasi. Lebih dari separuh dari mereka akan membutuhkan vaksin baru atau suntikan penguat untuk melawan virus. Ini berarti menggeser target 2 tahun dari sekarang lebih jauh ke depan.

Oleh karena itu, kebijakan vaksinasi India memerlukan peningkatan besar-besaran. Jika negara tersebut ingin menjadi yang terdepan dan merencanakan kehidupan tanpa topeng bagi warganya di masa depan.